entah apa yang membuat lebah bisa begitu menikmati hidupnya
mungkin karena pekerjaannya setiap hari sangatlah manis
yah, atau mungkinkah juga karena ia punya tujuan
tujuan yang tak mengenal kata mati, tapi...
juga tidak mengenal kata hidup...
setiap harinya, kapankah?
kapan kita tidak bertanya pada diri sendiri?
kapankah kita tidak meragukan apa yang ada pada kita?
kapan pula kita tidak membenci apa yang tiba-tiba datang dan pergi?
kelopak
dalam perjalanan hidup, kadang kata ini terbesit...habis
membuat kita memikirkan hal lain
yang bisa menggantikannya
tapi, terkadang
secara tidak sadar
masih pula kita berjalan
dengan sesuatu yang kita aggap habis tersebut
Lao tzu pernah berkata, lakukanlah segala sesuatunya
tanpa pernah berharap darinya...
tak habis pikir...
apakah memang kita
harus seperti lebah, yang terlihat menikmati
senang sakit segala sesuatunya? yah, setidaknya lebah tidak pernah terlihat menangis
madu
sudah lelah mengadu domba dengan pendapat orang lain dengan kepala sendiri
yang menentukan rasa yang kita rasakan adalah kita sendiri
berfikir positif seperti gas mulia,
susah menarik elektron bebas,
atau hal-hal yang abu-abu bagi kita
mungkin membiarkan rasa kita sendiri yang bebas
menikmati saja apa yang baik dan buruk...
mungkin karena kata berserah diri bukan ungkapan yang pas saja
seperti halnya lebah, tak ingin mati karena menyengat orang lain, menilai orang lain
juga tak ingin mati karena dimakan kawan-kawannya sendiri, lagi-lagi menilai
jangan menghabisi apapun dan siapapun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar