Halaman

Sabtu, 23 April 2016

ada stimulus, ada respon

ya, kalimat itu sering terdengar ketika awal masuk kuliah di fakultas psikologi, dan dengan bodohnya saya bersikap remeh dengan tanpa membandingkannya dengan fenomena-fenomena yang terjadi sehari-hari...

maaf saya sedang ingin menjadi egois bercerita tentang diri saya..
sewaktu SMA dan awal-awal kuliah banyak sekali hal-hal "memalukan"...yang saya maksud ialah motif dan moral yang mendasari perilaku saat itu memalukan...bukan seperti sewaktu ulang tahun dilempar ke sungai dan keluar dengan penuh bau, itu sangat saya syukuri waktu itu mengalaminya..tetapi saat-saat dimana berteman dengan tidak tulus, menuruti apa maunya gengsi diri, pdkt dengan penuh palsu...

pura-pura bodoh padahal anda tahu jawabannya sebenarnya tidak salah juga sih..ketika orang lain berusaha mengorek-ngorek sesuatu yang bukan hak mereka tentu anda merasa terusik..tapi setelah semakin mengenal banyak orang, semakin bermacam-macam kondisi yang saya hadapi sampai saat ini, bersifat tulus adalah yang terbaik...dan setiap mengevaluasi diri tentang apa saja yang menyebabkan ini-itu menjadi tidak beres, tidak sreg di hati, semuanya selalu berhulu pada hal-hal yang dilakukan dengan tidak tulus..

saya ingin berusaha mempercayai seseorang, sebenarnya hal itu untuk saya sendiri. karena hal tersebut lebih baik daripada menunggu sesorang berkata "percayalah pada saya" yang malah membuat keraguan-keraguan muncul.

alam semesta tidak mengenal kata tidak, paling tidak itu yang saya dapat dari buku "the secret" yang saya baca baru-baru ini..seperti pada hukum stimulus-respon...kata-kata yang baik akan dibalas alam semesta kepada kita, begitu pula sebaliknya...kata-kata yang muncul dalam percakapan yang tidak tulus juga didengar alam semesta.

entah kenapa saya tidak ingin menulis terlalu banyak, semakin saya berfikir apa yang hendak saya tulis, semakin saya merasa seperti menggurui sesuatu..tidak nyaman sekali, apalagi berfikir apa yang diserap alam bawah sadar saya ketika menulis atau menggambar apapun...dulu saya sempat mengalami fase dimana berfikir tentang melakukan sesuatu dengan mencoba itu lebih baik daripada tidak sama sekali. namun sekarang saya sedang mengalami fase dimana pilihan untuk tidak melakukan sesuatu atau memilih juga tidak salah dicoba untuk tahu bagaimana responnya.

kedamaian hati, kebahagiaan itu masing-masing, hari yang tidak baik bagi kapibara adalah hari biasa bagi buaya.