Halaman

Jumat, 19 April 2013

habis

tangkai

entah apa yang membuat lebah bisa begitu menikmati hidupnya
mungkin karena pekerjaannya setiap hari sangatlah manis
yah, atau mungkinkah juga karena ia punya tujuan
tujuan yang tak mengenal kata mati, tapi...
juga tidak mengenal kata hidup...
setiap harinya, kapankah?
kapan kita tidak bertanya pada diri sendiri?
kapankah kita tidak meragukan apa yang ada pada kita?
kapan pula kita tidak membenci apa yang tiba-tiba datang dan pergi?

kelopak

dalam perjalanan hidup, kadang kata ini terbesit...habis
membuat kita memikirkan hal lain 
yang bisa menggantikannya
tapi, terkadang 
secara tidak sadar 
masih pula kita berjalan 
dengan sesuatu yang kita aggap habis tersebut
Lao tzu pernah berkata, lakukanlah segala sesuatunya 
tanpa pernah berharap darinya...
tak habis pikir...
apakah memang kita 
harus seperti lebah, yang terlihat menikmati 
senang sakit segala sesuatunya? yah, setidaknya lebah tidak pernah terlihat menangis

madu

sudah lelah mengadu domba dengan pendapat orang lain dengan kepala sendiri
yang menentukan rasa yang kita rasakan adalah kita sendiri
berfikir positif seperti gas mulia, 
susah menarik elektron bebas,
atau hal-hal yang abu-abu bagi kita
mungkin membiarkan rasa kita sendiri yang bebas
menikmati saja apa yang baik dan buruk...
mungkin karena kata berserah diri bukan ungkapan yang pas saja
seperti halnya lebah, tak ingin mati karena menyengat orang lain, menilai orang lain
juga tak ingin mati karena dimakan kawan-kawannya sendiri, lagi-lagi menilai

jangan menghabisi apapun dan siapapun