Halaman

Rabu, 04 Mei 2016

Harimu menyenangkan!

How's life, buddy?
kehilangan kreatifitas? kelelahan? banyak kerjaan? terlalu senggang?
banyak hal-hal yang sebenarnya bisa memperbaiki suasana hati, yang penting jangan kelewat impulsif saja...


harimu kurang baik? coba lihat mbak di bawah ini...apakah melon bisa membuatmu sebahagia ini?





temukan motivasimu untuk bergembira di hari ini :)


Sabtu, 23 April 2016

ada stimulus, ada respon

ya, kalimat itu sering terdengar ketika awal masuk kuliah di fakultas psikologi, dan dengan bodohnya saya bersikap remeh dengan tanpa membandingkannya dengan fenomena-fenomena yang terjadi sehari-hari...

maaf saya sedang ingin menjadi egois bercerita tentang diri saya..
sewaktu SMA dan awal-awal kuliah banyak sekali hal-hal "memalukan"...yang saya maksud ialah motif dan moral yang mendasari perilaku saat itu memalukan...bukan seperti sewaktu ulang tahun dilempar ke sungai dan keluar dengan penuh bau, itu sangat saya syukuri waktu itu mengalaminya..tetapi saat-saat dimana berteman dengan tidak tulus, menuruti apa maunya gengsi diri, pdkt dengan penuh palsu...

pura-pura bodoh padahal anda tahu jawabannya sebenarnya tidak salah juga sih..ketika orang lain berusaha mengorek-ngorek sesuatu yang bukan hak mereka tentu anda merasa terusik..tapi setelah semakin mengenal banyak orang, semakin bermacam-macam kondisi yang saya hadapi sampai saat ini, bersifat tulus adalah yang terbaik...dan setiap mengevaluasi diri tentang apa saja yang menyebabkan ini-itu menjadi tidak beres, tidak sreg di hati, semuanya selalu berhulu pada hal-hal yang dilakukan dengan tidak tulus..

saya ingin berusaha mempercayai seseorang, sebenarnya hal itu untuk saya sendiri. karena hal tersebut lebih baik daripada menunggu sesorang berkata "percayalah pada saya" yang malah membuat keraguan-keraguan muncul.

alam semesta tidak mengenal kata tidak, paling tidak itu yang saya dapat dari buku "the secret" yang saya baca baru-baru ini..seperti pada hukum stimulus-respon...kata-kata yang baik akan dibalas alam semesta kepada kita, begitu pula sebaliknya...kata-kata yang muncul dalam percakapan yang tidak tulus juga didengar alam semesta.

entah kenapa saya tidak ingin menulis terlalu banyak, semakin saya berfikir apa yang hendak saya tulis, semakin saya merasa seperti menggurui sesuatu..tidak nyaman sekali, apalagi berfikir apa yang diserap alam bawah sadar saya ketika menulis atau menggambar apapun...dulu saya sempat mengalami fase dimana berfikir tentang melakukan sesuatu dengan mencoba itu lebih baik daripada tidak sama sekali. namun sekarang saya sedang mengalami fase dimana pilihan untuk tidak melakukan sesuatu atau memilih juga tidak salah dicoba untuk tahu bagaimana responnya.

kedamaian hati, kebahagiaan itu masing-masing, hari yang tidak baik bagi kapibara adalah hari biasa bagi buaya.

Jumat, 19 April 2013

habis

tangkai

entah apa yang membuat lebah bisa begitu menikmati hidupnya
mungkin karena pekerjaannya setiap hari sangatlah manis
yah, atau mungkinkah juga karena ia punya tujuan
tujuan yang tak mengenal kata mati, tapi...
juga tidak mengenal kata hidup...
setiap harinya, kapankah?
kapan kita tidak bertanya pada diri sendiri?
kapankah kita tidak meragukan apa yang ada pada kita?
kapan pula kita tidak membenci apa yang tiba-tiba datang dan pergi?

kelopak

dalam perjalanan hidup, kadang kata ini terbesit...habis
membuat kita memikirkan hal lain 
yang bisa menggantikannya
tapi, terkadang 
secara tidak sadar 
masih pula kita berjalan 
dengan sesuatu yang kita aggap habis tersebut
Lao tzu pernah berkata, lakukanlah segala sesuatunya 
tanpa pernah berharap darinya...
tak habis pikir...
apakah memang kita 
harus seperti lebah, yang terlihat menikmati 
senang sakit segala sesuatunya? yah, setidaknya lebah tidak pernah terlihat menangis

madu

sudah lelah mengadu domba dengan pendapat orang lain dengan kepala sendiri
yang menentukan rasa yang kita rasakan adalah kita sendiri
berfikir positif seperti gas mulia, 
susah menarik elektron bebas,
atau hal-hal yang abu-abu bagi kita
mungkin membiarkan rasa kita sendiri yang bebas
menikmati saja apa yang baik dan buruk...
mungkin karena kata berserah diri bukan ungkapan yang pas saja
seperti halnya lebah, tak ingin mati karena menyengat orang lain, menilai orang lain
juga tak ingin mati karena dimakan kawan-kawannya sendiri, lagi-lagi menilai

jangan menghabisi apapun dan siapapun

Jumat, 07 September 2012

Pulau Sempu

silahkan klik link dibawah:
http://www.backpackinmagazine.com/wp-content/uploads/2011/08/backpackin-edisi-9-spread.pdf

saya pernah kesana tanggal 30-1 september 2012...
sekarang perizinannya sudah semakin mudah, tapi ingat...tidak ada asuransi apabila terjadi kecelakaan karena disana wilayah konservasi...

okelah...mungkin setahu orang banyak ini adalah tempat wisata, tapi sebenarnya ini adalah wilayah konservasi...
misalkan kita datang ke sana bermainsetkan wisata, berwisata tanpa mengotorinya pun tetap menyenangkan...kalau untuk membawa/mengambil sampah yang terbang saja anda malas, matilah bersama lemak di perutmu...
sampahnya sangat banyak (jangan menyalahkan pengelola karena sekali lagi, ini bukan daerah wisata) jadi mungkin wajar apabila nanti anda membuang sampah sembarangan bisa diserang macan kumbang yang populasinya mencapai 20 ekor di pulau ini, dan juga diserang kera-kera yang sangat hiperaktif.

"pack in what you pack out!!!".

bawa kembali sampah-sampah yang anda bawa, okelah kalau di kota atau kampus masih ada petugas kebersihan...tapi di Sempu? apakah nanti macan kumbang akan mengelola sampah tersebut? tidak...paling-paling memakannya kemudian mati karena plastik tidak bisa dicerna

saran untuk dinas berwenang, daerah konservasi tetap harus ada patroli terutama untuk mengontrol sampah dan membatasi pengunjung yang datang supaya tidak mengganggu populasi yang ada.



mulai

paling susah adalah saat memulai...

lihat apa yang kau punya bisa...

bangun...

minum air...

berencana...sebentar saja, yang penting kau dapat intinya

bergeraklah...



karena yang tidak akan berubah adalah perubahan itu sendiri